Resolusi di tahun baru

Kembang api cetar membahana di atas langit malam bekasi. Suasana meriah diluar tetap tidak dapat memaksaku untuk melihat ada apa di sana. Memang tidak biasa buatku, buat kami sekeluarga, keluar untuk merayakan pergantian tahun beramai-ramai dengan banyak orang sambil menikmati bunga kembang api yang meledak-ledak diatas sana. Biasanya kami tetap di dalam rumah sambil berselimut sejak pukul 9 malam dan terbangun karena keributan orang-orang diluar sekitar jam 12 malam lalu tidur lagi dan terlelap sampai pagi.
Cukup tahu, “ohh, sudah berganti tahun rupanya!”

Sebetulnya belum ada sedikitpun resolusi yang terlintas dibenakku, yang ada hanya rasa sedikit kecewa, sedih dan takut menyesal nantinya setelah daycare yang aku miliki selama 3 tahun terakhir ini harus berakhir di penghujung tahun kemarin, 2016. 

Banyak alasan yang saling tarik menarik menyertai kejadian tersebut, mengapa daycare yang menjadi kebanggaanku dulu harus ditutup. Cukuplah aku dan keluargaku yang paham semua penyebab itu, sedikitpun tidak ingin aku curahkan semuanya disini ๐Ÿ™‚ tapi tidak apa kan, jika selewat curcol di posting-an ku kali ini, hehe

Selesailah sedikit cerita tentang daycare ku yang malang, lanjut lagi ke pembahasan awal.

Resolusi di tahun baru, 2017.

Awalnya aku tidak ingin repot memikirkan apa yang akan aku capai tahun depan, biarlah berjalan seperti air yang mengalir saja. Sampai ketika, datanglah pengumuman di grup #ODOPfor99days, yang isinya harus menuliskan pemikiran dengan tema bebas. Aku sedikit tersentak, mengapa tidak aku tuliskan tentang resolusiku di tahun depan ya, sepertinya aku tidak perlu sedih berlarut-larut dengan kejadian yang sudah aku ceritakan di awal itu. Tidak ada gunanya, karena sudah terjadi dan alasannya juga jelas buatku, jadi semestinya tidak perlu ada penyesalan di kemudian hari.

Apa ya, apa yaa? Aku masih berpikir. Menurut kalian apa? Sedikit terpikir, bolehkah aku menyontek sedikiiit saja resolusi orang lain? “Ah..tidak usah, nanti aku tidak menjadi diriku sendiri” aku bergumam. Tapi apa? Masih saja bingung mencari-cari mau bagaimana hidupku kedepannya,  lebih tepatnya targetku dan cara mendapatkannya.

Menulis terhenti sejenak.

Aku bertanya pada suamiku “apa ya kira-kira resolusiku tahun ini yah?” Suamiku berkata ” Jualan saja!” Memang beberapa hari terakhir ini, suamiku menginginkanku untuk segera berdagang, ya setidaknya melakukan pekerjaan yang ‘menghasilkan’ sambil tetap fokus pada kedua buah hati kami. Tapi sebetulnya aku juga tidak tahu harus berjualan apa dan sejujurnya masih terbersit ketidakyakinan untuk menjalankannya nanti. Apakah aku bisa fokus sambil mengasuh anak-anak, bagaimana kekonsistenanku ketika sudah memulainya, akankah menguntungkan atau malah sebaliknya. Ahh, tidak ada salahnya dicoba ya, sebagaimana aku mencoba membuat daycare dulu. Ada banyak pikiran negatif dan rasa takut ketika merealisasikan rumah kedua anak-anak tersebut, tapi nyatanya, seiring berjalannya waktu, malah semakin banyak orang yang mempercayakan daycare ku untuk merawat anak-anak mereka. 

Hingga saat itu tiba, aku harus meminta maaf pada ayah bunda mereka karena daycare harus ditutup dan meminta mereka mencari daycare lain sebagai pengganti. Huaaa..kenapa bahas daycare lagi yaa.. Sepertinya aku belum move on.. Haha.. Jadi sedih deh..

Kembali ke tema diawal, mungkin bisa dicoba dulu saran dari suami, yap..mari kita coba berdagang tahun ini, tapi dagang apa ya? Apa kita coba produksi dan pasarkan frozen food yang aman dengan bahan alami tanpa pengawet dan tambahan monosodiumglutamate dan sejenisnya? Yaa, mungkin ini bisa menjadi ide brilliant buatku. Hoho, dapet juga satu resolusi baru untuk tahun ini.

Apalagi ya..

Oh ya, tahun ini aku mencoba menjadi penulis, mengulang kembali kesukaanku dulu, meskipun tulisanku belum sebagus penulis-penulis lain, ya, tidak ada salahnya mencoba kan? Paling tidak, ketika aku menulis, banyak hal yang tertuang dalam tulisan, sehingga pikiran tidak mumet dan diharapkan pengetahuan akan berkembang karena mau tidak mau, aku harus banyak membaca ๐Ÿ™‚

Sepertinya itu dulu deh resolusiku tahun ini, bagaimana denganmu?

Advertisements

2 thoughts on “Resolusi di tahun baru

  1. semangaaaat mbak rahmaaaa!!
    mbaak eh kenapa daycarenya tutup? *kepo* hiksss sedih jugaa.. dulu runa kan sempet beberapa kali juga jadi anggota daycarenya yaa.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s