Miris lihat kamu yang begitu..(1)

Tidak habis pikir kadang, melihat orang yang dari segi keuangan mumpuni tapi perhitungan banget kalau mau ngasih orang lain, bahkan cenderung mempersulit ketika orang lain butuh.

Hey,

Kehidupan itu seperti roda lho, terus berjalan, kadang diatas, adakalanya juga dibawah. Tidakkah pernah terpikir oleh mu ketika roda kehidupanmu posisi terbawah? Atau hampir dibawah? Mungkin dirimu juga akan butuh orang-orang yang dulunya kamu persulit, yang dulunya kamu hitung-hitung kebaikan yang pernah diperbuat untuk mereka. Apakah mereka bersedia menolongmu? Jika tidak? Maka la tahzan, engkau akan memanen apa yang sudah ditanam. Jika yang ditanam kebaikan, maka engkau juga akan menuai kebaikan, pun sebaliknya.

Jadi janganlah berhitung-hitung memberikan sesuatu pada orang lain, padahal engkau mampu. Apa memang ada jenis orang yang berbahagia ketika menyaksikan saldo di rekening bertambah-tambah, cukup berhenti di secarik kertas, memperkaya diri tanpa adanya empati pada orang lain yang membutuhkan disekitarnya, terlebih saudara sendiri. Padahal sudah janji Allah, ketika kita menyedekahkan rezeki kita untuk kebaikan, untuk orang yang membutuhkan, untuk berempati, dan untuk memudahkan orang lain, maka itulah yang akan menyelamatkanmu di akhirat kelak. Akhirat, sekekal-kekalnya kehidupan.“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu, lalu ia berkata ‘Ya Allah ya tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?” (Q.S Al Munafiqqun : 10)

“Mereka bertanya padamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah : apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya” (Q.S Al-baqarah : 215)

Untuk apa berhitung-hitung, berpelit-pelit pada orang lain? Bukankah harta kita berjodoh dengan kita hanya sampai ajal di tenggorokan? ketika sudah mati, lepas lah semua, selain amal jariyah, termasuk harta yang disedekahkan pada orang lain dengan ikhlas, tanpa menyebut-nyebutnya.
Tangan kanan yang bersedekah, tangan kiri jangan sampai tahu.

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu) maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S Al Baqarah : 271)

Pun, ketika memudahkan urusan orang lain, Allah juga akan memudahkan urusan kita. Itu juga janji Allah, meskipun kemudahan yang kita peroleh bukan dari orang yang kita tolong sebelumnya.“Dari Abu hurairah r.a, Nabi Muhammad SAW bersabda : Barang siapa melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaslan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia maupun di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hambaNya, selama hambaNya itu suka menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

Please..

Lihatlah sekitarmu yang membutuhkanmu..

Bukan mata yang buta, tapi hati yang didalam dada.

Semoga Allah menuntunmu..

(Source pic : capslock, imgrum)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s