Aku mau main!

Main..main..main..

Sepertinya tidak ada kata lain yang lebih berarti selain main!

“Bunda, bosan..mau main”

“Ya sudah, mainlah, kan mainan alya banyak, bongkarlah semua, mainkan yang alya suka”

“Ga mau, alya maunya main di taman sama teman”

“Duh nak..bunda masih ngurusin dedek”

“Dedek terus bunda mah..alya maunya main”

Tak lama, adik pun tidur.

“Ayo main sama bunda, kita main mewarnai yuk”

“Ayok”

Selang beberapa jam saja.

“Bunda, ayo turun, kita main di taman”

“Tadi kan sudah main sama bunda nak?”

“Gak mau, maunya main sama teman aja!”

“Tapi perjanjian ga main kotor-kotor ya, karena alya baru saja mandi”

Ketika main dibawah pun, tidak cukup buat alya main sejam dua jam, kadangkala sampai 4 jam di taman, menemaninya main dengan teman-temannya.

Ketika ayah pulang bekerja pun, alya langsung menodong ayahnya main apapun yang dia suka, sementara ayah belum berganti pakaian dan belum makan.

Apakah memang ini fasenya anak usia 4 tahun? Main, main dan main. Tidak mau bermain jika tidak ada partner nya.

Sebetulnya tidak pernah membiasakan alya main berlama-lama di taman, sejak masuk usia 4 tahun, anak gadis ini mulai bosenan, tidak suka sendiri, maunya ditemani apapun aktivitasnya. Kadang kala saya mesti agak keras padanya ketika dia mulai memaksakan kehendaknya untuk bermain bersama teman, sementara sudah jam nya beristirahat, sudah jam nya makan, sudah jam nya beribadah. Kadang kala saya mesti mengabaikan apa yang diinginkannya ketika saya sudah lelah dan harus mengurus keperluan adiknya. Sementara saya sibuk, dia terus-terusan merengek dan pastinya membuat saya gregetan.Memang, saya menyadari anak seperti alya butuh main, butuh berasosialisasi dengan teman seusianya, tidak heran jika banyak anak yang belum semestinya masuk sekolah, sudah disekolahkan agar hari-harinya penuh agenda yang mengasyikkan, minimal yang membuat mereka senang bertemu dengan teman-temannya. Sebetulnya alya termasuk anak yang sibuk bermain sejak usia 1,5 tahun, saya tidak pernah ketinggalan membuatkan bahan aktivitas untuk menstimulasi alya sesuai tahapan usianya. Sejak lahir anak kedua saya, adik alya, saya tidak sempat lagi membuatkan aktivitas stimulasi seperti dulu, kadang saya berpikir, setidaknya alya puas distimulasi sampai usia 3 tahun lebih dan sekarang saatnya banyak belajar untuk persiapan masuk sekolah. Pelajaran yang dipelajarinya pun lebih serius dan lebih banyak berkaitan dengan kognitif, seperti menghapal surah dalam alquran, membaca, berhitung sederhana dll.

Belajar seringkali membuat alya jenuh, saya tidak memaksakan alya untuk belajar terus, kadang sampai beberapa hari tidak menyentuh buku pelajarannya, lebih banyak main bebas dan bersosialisasi dengan teman seusianya. Saking jenuhnya alya, saya berusaha menghadirkan teman untuk bermain bersamanya di rumah, lumayanlah mengurangi rasa bosan alya beberapa saat.

Anna Surti Ariani, Spsi, M.si, seorang psikolog anak dan keluarga mengatakan “Dengan bermain, berarti akan ada stimulasi kinestetik yang bisa memicu kecerdasan. Selain itu, anak juga akan menemui konflik. Misalnya kita bisa lihat bagaimana sikapnya ketika ada teman yang malas main, bagaimana membujuknya. Atau ada anak yang marah, kita bisa lihat bagaimana ia menyelesaikan masalah. Bermain akan dapat meningkatkan kecerdasan sensitifitas dan membuatnya belajar untuk tidak jadi egois.”

Source : http://m.liputan6.com/health/read/684763/ini-dia-alasan-pentingnya-bermain-bagi-anak

Memang, saya perlu banyak belajar lagi dan butuh kesabaran besar melayani keinginan si 4 tahun ini. Setidaknya saya usahakan untuk bermain bebas di taman bersama teman-temannya minimal 2 jam sehari. Lainnya saya harus disiplin, kapan harus mandi, makan, belajar, ibadah, istirahat dan menonton film kartun kesukaannya jangan sampai berbenturan dengan jadwal mainnya bersama teman. Bermainlah sepuasnya nak, jangan sampai kurang main yang menyebabkan kau menjadi kurang bahagia!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s