Kiat sukses meng-ASI-hi

ASI, sumber kehidupan untuk setiap anak yang lahir ke dunia ini. Anjuran Al-quran, ASI diberikan ibu kepada anaknya sampai usia 2 tahun, kenapa harus 2 tahun? Menurutku, mungkin usia 0-2 tahun, merupakan fase rapuh dimana tubuh anak masih belum sempurna, hanya asi yang dapat menyempurnakan kinerja tubuhnya dengan sangat baik, mulai dari pencernaannya sampai otaknya.Pemberian ASI dapat menurunkan resiko kematian bayi (nurmiati, 2008)

Pemberian ASI eksklusif adalah langkah awal bagi bayi untuk tumbuh sehat dan terciptanya sumber daya manusia yang tangguh, karena tidak hanya cerdas tetapi juga akan memiliki Emotional Quotion (EQ) dan Spiritual Quotion (SQ) yang lebih baik (Sentra Laktasi Indonesia, 2007)

Berdasarkan laporan 500 penelitian The Agency  for Healthcare Research and Quality menyatakan bahwa pemberian ASI berhubungan terhadap pengurangan resiko otitis media, diare, infeksi saluran pernapasan bawah dan enterokolitis netrotikans (Massachussets Department of Public Health Bureau of Family Health and Nutrition, 2008)

Source : http://irwansyah-hukum.blogspot.com/2011/05/proposal-pentingnya-asi-ekslusif-pada.html?m=1

Begitu banyak manfaat ASI untuk tubuh bayi, masih terngiang di telinga saya ketika dokter anak mengatakan, “Anak ibu diberikan ASI ibu ya, jangan susu sapi, karena susu sapi untuk anak sapi” ketika itu, ASI saya masih setetes dan puting susu sudah pecah-pecah dikunyah baby yang belum bergigi ini. Tidak tergambar rasa perihnya, tapi saya terus termotivasi untuk memberikan ASI meskipun saat itu saya sedikit pesimis akan mengeluarkan banyak ASI mengingat tekstur payudara (baca : tabung ASI) yang agak berbeda dengan wanita pada umumnya. Walaupun begitu keadaannya, saya bertekad untuk harus selalu semangat memberikan ASI, karena anak saya berhak untuk mendapatkan asupan yang terbaik dari ibunya.

Perjuangan ibu untuk memberikan ASI tidak dapat disepelekan, termasuk saya. Ketika lahir anak pertama, ASI masih sedikit sekali, bahkan saya pesimis akan keluar lebih banyak, tapi suster senior di RS tempat saya melahirkan alya mengatakan bahwa tidak masalah ASI saya di awal sedikit, wajar anak pertama, tapi coba terus untuk menyusui. Meskipun sudah lecet dan luka, ternyata ludah anak dan usaha anak mengenyot ASI, akan membantu meredakan nyeri dan memperbanyak ASI ibu. Pada awalnya, alya sedikit meminum ASI saya, yang ada malah alya meminum darah dari puting yang luka, perlahan saya bersihkan sambil menahan rasa sakit 😥 dan saya coba untuk menyusuinya lagi. Karena tekstur tabung ASI saya berbeda dengan yang lain, maka saya disarankan suster untuk menggunakan puting penyambung atau contact nipple, alhamdulillah cukup mengurangi rasa sakit ketika menyusui, setidaknya ada karet puting penyambung yang melindungi dari gigitan alya bayi.

Masuk ke episode kedua, ketika sudah 2 tahun off, saya harus memulai dari awal untuk menyusui syamil. Namanya anak laki-laki, karakternya juga berbeda, kalau haus, tidak sabaran dan sekalinya menyusu harus lama dan harus banyak. Awalnya sama, ASI saya hanya setetes, syamil terus menangis karena sepertinya syamil butuh minum ASI yang banyak, karena tidak kuasa puting sudah luka, ASI tetap saja masih sedikit, mana saya harus menahan rasa sakit tambahan pada goresan caesar, akhirnya saya hentikan sementara untuk memberikan ASI pada syamil. Syamil dibawa ke ruang bayi untuk di tenangkan, alhamdulillah sekali, di RS tempat saya melahirkan ini, ibu dimotivasi untuk memberikan ASI eksklusif, tidak melulu ditawarkan untuk mengganti ASI dengan sufor. Pada dasarnya bayi yang baru lahir masih punya cadangan makanan selama 3 hari setelah keluar ke dunia. Jadi,  saya pun tidak terlalu merasa khawatir melihat syamil yang menangis seolah lapar, mungkin saja dia menangis karena sedang beradaptasi dengan suhu luar, atau mungkin saja dia tidak nyaman dengan pencahayaan kamar, bukan karena dia haus atau lapar. Pikiran itu yang setidaknya menenangkan saya.

Bagi ibu yang masih pesimis menghadapi dunia persusuan, saya ingin sharing pengalaman saya, apa yang harus dilakukan ibu ketika ASI ibu sedikit.

  1. Optimis. Ibu harus semangat dan yakin bahwa ibu dapat menyusui anak ibu dengan lancar. Menyusui dapat mendekatkan ibu dengan anak, memperkuat bonding antara ibu dan anak.
  2. Jangan stress. Ketika mendapati ASI ibu sedikit, jangan jadi sedih. Wajar saja diawal ASI akan keluar sedikit, karena kebutuhan anak kuga masih sedikit, lambung anak juga masih sangat kecil untuk menerima ASI. Diawal kehidupannya, ASI yang setetes itu mungkin saja sudah mengenyangkannya.
  3. Positive thinking.  Abaikan komentar negatif orang perihal anak dan ASI ibu. Jangan dengarkan kata orang-orang tentang ASI ibu yang sedikit, percayalah, ASI ibu akan banyak seiring berjalannya hari. Terlalu mendengarkan kata-kata negatif orang tentang ASI ibu, akan membuat ibu tidak nyaman dan dapat mensugesti ibu untuk tidak mampu memberikan ASI pada anak ibu, padahal sebetulnya ibu mampu.
  4. Perlu dukungan suami. Ibu dapat meminta suami untuk memijat punggung ibu, hal ini merupakan stimulasi agar ASI cepat keluar. Bagian tubuh mana saja yang dipijat? Kepala, leher, bahu, punggung dan payudara. Pertama-tama lakukan pijat pada kepala, leher dan bahu. Lakukan pemijatan lembut, sehingga ibu tenang, lalu lanjutkan pijat pada punggung dan bahu. Pemijatan butterfly stroke untuk stimulasi payudara. Selanjutnya pijat melingkar pada aerola dan tahap akhir tekan puting payudara dengan dua jari untuk mengeluarkan ASI (AIMI-Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia). Source :http://m.detik.com/health/read/2014/05/12/163027/2580418/764/mau-pijat-laktasi-untuk-memperlancar-asi-begini-caranya
  5. Perhatikan asupan makanan. Ibu harus memperhatikan apa yang harus dikonsumsi selama proses menyusui. Biasanya diawal proses menyusui, saya makan sayur katuk satu mangkuk besar setiap hari, sayur ini sangat membantu memperbanyak ASI, kuah sayur tersebut saya minum sampai ludes. Pagi hari, sekitar jam 6, saya makan satu butir telur dengan segelas susu. Lalu jam 8 pagi saya makan nasi lengkap dengan sayur dan lauk, utamakan lauk yang mengandung kacang-kacangan. Jam 10 saya mengkonsumsi buah dan biskuit apapun yang saya suka. Siang harinya saya makan lengkap seperti jam 8 pagi tadi. Sore saya minum susu ke dua dan makan cemilan, malam saya makan lengkap lagi. Terus berlanjut seperti itu setiap harinya.
  6. Bahagia. Buat hati ibu gembira apapun caranya, meskipun lelah mengurus rumah tangga, jangan lupa untuk bahagia. Lakukanlah aktivitas yang ibu suka, yang membuat ibu bahagia. Misalnya refreshing dengan berjalan-jalan, mencicipi kuliner nusantara atau sekedar mengunjungi teman untuk bertukar pikiran.
  7. Istirahat yang cukup. Anak yang baru lahir biasanya tidur pada waktu yang terbalik dengan kita. Malam bangun dan siang tidur, ketika anak tidur di siang hari, maka ibu harus ikut beristirahat di siang hari tersebut, agar malam terjaga dengan bahagia.
  8. Berdoalah pada Allah SWT. Allah pemilik segalanya, apapun rencana kita, hanya Allah yang dapat memudahkannya.

    Alhamdulillah, dengan melakukan beberapa hal ini, saya sukses memberikan hak ASI anak pertama saya selama 2 tahun sesuai dengan Al-quran. Semoga saya juga dapat melakukan hal yang sama pada anak kedua saya, amiin.

    Semoga ibu-ibu yang sedang dalam proses menyusui juga dimudahkan oleh Allah SWT dan sukses memberikan ASI selama 2 tahun penuh juga amiiin 🙂

    Source picture :

    https://mohamadrosihan.files.wordpress.com/2014/09

    https://www.medela.com/

    https://abimalez.wordpress.com

    Advertisements

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s