Dosa RIBA, ngeRI BAnget

Hidup tak semudah nelayan mendapatkan air asin.
Melihat orang lain yang sudah punya sesuatu yang selama ini di impi-impikan, membuat kita semakin menggebu berkeinginan untuk mendapatkannya.

Terlalu menggebu untuk mendapatkan banyak keinginan membuat seseorang akan terjatuh semakin dalam ketika tidak dapat merealisasikannya.

Tak usah banyak menghayal, punya segala hal yang kamu mau harus melihat kemampuanmu juga.

Bermimpi boleh, tapi jangan sampai terlalu berambisi, sementara kondisi saat ini menyatakan sudah jelas tidak mungkin terjadi.

Keinginan apa yang dimaksud? Banyak.

Kebutuhan primer, rumah. Kebutuhan tersier, seperti kendaraan yang malah sudah menjadi kebutuhan primer ketika mendapatkan posisi rumah yang jauh dari pusat kegiatan harian. Menyekolahkan anak di tempat yang bagus dan lengkap dengan fasilitas pendukung, membuka bisnis yang layak dan berpotensi dll. Masih banyak contoh lainnya.

Seringkali kita melihat, kerelaan untuk membantah apa yang difirmankan Allah demi apa yang diimpikan tercapai.

Sudahlah, pikiran tak usah bertengkar dengan hati, berdamai sajalah. Mungkin suatu saat Allah memberikan yang lebih baik dari apa yang kau harapkan.

Sebaiknya, ikuti nalurimu, naluri manusia akan berpihak pada kebaikan. Jika ragu, maka bermohonlah pada Allah, Sang penguasa. Semoga diberi petunjuk.

Hidup tidak akan jauh dari usia rasulullah, bisa lebih bisa kurang. Sementara hutang riba bisa 1/8, 1/4, 1/2 atau lebih dari usiamu. Apa tidak sayang dengan hidupmu?

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah: 275)

Setelah melihat firman Allah yang sudah dinyatakan dalam Al-quran, sepertinya lebih baik membuat rencana lain untuk merealisasikan apa yang diharapkan tersebut.

Misalnya, belum punya uang beli rumah? ya mengontrak saja dulu atau meminjam uang beli rumah dengan kpr syariah pada developer.

Ingin punya kendaraan tapi uang belum cukup? Ya, kendaraan bukan hanya mobil kan? Ada motor, sepeda, sepeda pun ada macamnya, mulai sepeda kayuh sampai sepeda listrik pun ada. Malah sekarang ada aplikasi kendaraan untuk yang bepergian dengan jarak tempuh panjang, semua bisa membantu kita berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan sangat mudah.

Ingin menyekolahkan anak? Menabunglah sejak mereka lahir, agar ketika butuh uang besar untuk masuk sekolah yang maksimal fasilitas dan padat kualitas, uang tersebut sudah siap untuk digunakan. Jika belum sempat menabung, ya sekolahkan di sekolah swasta menengah atau sekalian masuk sekolah negeri saja, yang penting anak harus berpendidikan. Sesuaikan saja dengan kantongmu, tidak usah muluk-muluk.

Mau bisnis juga? Belum punya uang? Bisnis tidak selalu bermodal besar kan? Ada bisnis yang open PO dulu sebelum ada barangnya, sehingga tidak banyak stock menumpuk yang merugikan penjual. Ada juga bisnis dengan mencoba franchise murah terlebih dahulu. Ada juga bisnis tanpa modal dengan mencoba menjadi reseller sebuah produk cara mouth to mouth atau bantuan social media, ada uang ada barang. Bisnis juga bukan melulu produk, ada juga bisnis jasa, dimana kita pergunakan pikiran dan tenaga kita untuk melakukannya, seperti les privat bahasa atau berbagai macam pilihan pelajaran, mungkin juga bisa membuka laundry yang dilakukan di rumah dan diantarkan kembali rumah customer, dan masih banyak contoh bisnis lainnya. Yang pasti, bisnis yang dijalankan harus sesuai dengan passion masing-masing orang. Jika bukan passionnya, biasanya bisnis akan berat untuk dilakukan, sehingga tidak balik modal alias merugi.

Memang, zaman sekarang banyak sekali kebutuhan, apalagi jika hidup di kota besar. Yang jelas, kita harus punya pekerjaan yang dapat menghidupi kebutuhan primer kita sebagai manusia, seperti makan, minum, kebutuhan listrik, air. Untuk yang lain, mungkin juga butuh, tapi tak perlu riba kan? Bisa meminjam di tempat lain? Atau meminjam pada orang lain secara normal, berapa yang dipinjam sama dengan yang dikembalikan, atau lebih baik lagi, syukuri saja apa yang sudah ada pada dirimu, pada hidupmu, semoga Allah menambah nikmatNya padamu. Yang penting semua berkah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s