Ibu harus bisa… (3)

Monitor dan Attachment

Zaman semakin berkembang membuat anak juga semakin kreatif dan inovatif. Baik secara intelegensia dan perilakunya, sedikit banyak dipengaruhi oleh apapun yang ada di sekitarnya. 

Media adalah salah satunya yang sangat mempengaruhi pola pikir dan perilaku anak. Saat ini jenis media sudah beragam dan konten yang dihadirkan juga sangat melimpah, ada yang positif tapi tidak sedikit juga yang negatif. Semua konten dapat di akses dengan satu klik saja, asal ada akses internet, informasi apapun sangat mudah didapatkan.

Bukan hanya melalui media internet, media televisi juga banyak menyuguhkan beragam cerita, baik itu yang layak atau yang tidak layak ditonton oleh anak-anak kita. Sebut saja sinetron, iklan dan news, lebih banyak yang berdampak negatif bagi anak-anak kita. 

Diperlukan monitor dan attachment yang lebih dari kedua orang tua, khususnya ibu.

Monitoring yang seperti apakah? Memantau anak atau monitoring anak harus dilakukan secara konsisten, belajar dari pengalaman ibu-ibu yang saya kenal, tidak banyak yang ngeh pada anak-anak mereka ketika memberikan fasilitas gadget, seperti hp, laptop ataupun tab. Demi anak diam di tempat, tidak pecicilan kesana kemari, kebanyakan orangtua membiarkan anak untuk menggunakan aplikasi pada gadget mereka, baik itu games maupun video dari sumber terkenal, youtube

Sebenarnya tidak ada salahnya ketika anak menggunakan aplikasi tersebut, hanya saja, perlu dilihat kembali oleh para orang tua, yang pertama, apakah games atau video yang dimainkan anak bermanfaat untuk mereka, apakah memiliki unsur edukasi bagi anak, apakah akan membentuk pribadi anak menjadi lebih baik atau tidak. Yang kedua, masalah penggunaan gadget itu sendiri, penggunaan gadget yang tidak dibatasi oleh waktu akan membuat anak kecanduan terlebih jika anak sudah mengenal games. Mereka jadi tidak dapat memilah apa yang prioritas untuk dilakukan, karena dalam pikiran mereka hanya satu yang terpenting, yaitu games. Anak juga jadi tidak fokus melakukan apapun selain games, saat belajar kepikiran games yang belum tuntas mereka mainkan, saat makan ingin sambil bermain games, saat ada pilihan main di luar, mereka lebih memilih untuk bermain games di gadget. Anak jadi kurang bersosialisasi dengan teman-temannya dan rentan mengalami obesitas karena malas bergerak.

Anak juga terpapar radiasi pada mata dan otak mereka, mengutip dari intisari-online, penelitian dilakukan oleh Universitas Leeds di Nottingham dan Universitas Manchester dan Institute of Cancer Research di London, Inggris menyatakan bahwa syaraf yang masih berkembang dan tengkorak yang tipis pada anak membuat mereka rentan terkena radiasi  dari gadget, bahkan dikhawatirkan dapat menghancurkan sel otak pada balita. Gadget juga memiliki dampak negatif yang dapat merusak mata anak jika penggunaannya di tempat yang gelap, cahaya gadget yang terlalu terang dan jarak penglihatan yang terlalu dekat. 

Terakhir, sebetulnya ibu tidak boleh memberikan gadget pada anak dibawah usia 2 tahun, karena khawatir akan mempengaruhi kemampuan berbicara pada anak, dengan menggunakan gadget anak akan sedikit berkomunikasi, lebih memilih diam dan fokus pada gadget mereka sehingga anak jadi kurang berlatih berbicara dengan orangtua mereka.

Pun, dengan media televisi yang santer dengan banyak tayangan yang kurang mendidik, terlebih iklan yang menampilkan semenit dua menit adegan yang tidak layak tonton bagi anak. Sinetron yang berbau percintaan anak di bawah umur, bullying dan lain sebagainya. News pun juga harus diperhatikan karena berita yang ditampilkan kebanyakan bersifat kriminalitas yang sedikit banyak dapat mempengaruhi sudut pandang anak.

Masalah media ini harus diperhatikan secara detil oleh para ibu, jangan sampai kita kecolongan akan dampak negatif yang dapat mempengaruhi anak-anak kita. Naudzubillahiminzalik.

Monitoring ini juga berlaku pada semua kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak kita dan dengan siapa anak-anak kita bergaul. Kegiatan yang dijalani oleh anak-anak kita sudah seharusnya terlebih dahulu di ACC oleh otangtuanya, baik itu kegiatan formal ataupun non formal. Setidaknya ibu harus tahu apa saja yang menjadi agenda anak-anak, kesibukan apa yang mereka hadapi setiap harinya.

Dengan siapa mereka bergaul juga perlu diketahui oleh para orangtua, terlebih ibu. Bagaimana sifat teman-teman mereka, siapa orangtua dan dimana tinggalnya juga sedikit banyak harus diketahui juga oleh ibu. Sebetulnya bukan bermaksud terlalu protektif pada anak, hanya saja sudah menjadi kewajiban orangtua untuk menghadirkan orang yang tepat bagi anak-anak kita. Perilaku anak-anak kita sangat dipengaruhi dengan siapa mereka bergaul. Seperti yang dikatakan nabi dalam hadist nya, dikutip dari media online rumasyo, 

Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shaleh dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau akan mendapat baunya yang tidak enak. (H.R Bukhari no.2101 dari Abu Musa)

Jika melihat sifat seseorang, maka lihatlah dengan siapa dia berteman.
Nah, sekarang masuk ke attachment atau biasa disebut dengan sentuhan, pendekatan. Bagaimana cara ibu melakukan attachment pada anak-anak? 

Orangtua, ibu harus mampu berperan ganda untuk mereka, adakalanya ibu menjadi ibu yang tegas dan memiliki aturan saklek, kadang ibu juga dapat menjadi sahabat atau partner tempat mereka curhat dan berkeluh kesah, ibu juga dapat menjadi guru bagi mereka, guru kehidupan yang dapat memberikan teladan.

Banyak berkomunikasi dengan anak-anak membuat mereka tidak kaku dan cenderung mempercayai orangtua atas apapun yang terjadi pada mereka, mereka tidak mencari pelampiasan atau orang kepercayaan yang tidak tahu asal-usulnya-baik atau tidak-di luaran sana. 

Mengenal dan menjadikan teman-teman mereka adalah anak-anak kita juga, hal ini dapat membuat anak merasa nyaman dan begitupun dengan teman-teman dari anak-anak kita, mereka akan menganggap kita seperti orangtua mereka sendiri, sehingga dampak positifnya adalah mereka dapat saling menjaga dan tidak mengecewakan kita. 

Terakhir adalah memberikan kepercayaan penuh pada anak-anak kita, katakan bahwa kita percaya pada mereka, lakukan apa yang mereka suka, asalkan yang tidak menyimpang dari apa yang disukai Allah SWT dan jauhi yang dimurkai Allah SWT. Jangan membuat orangtua kecewa dan jaga kepercayaan orangtua dimanapun dan kapanpun berada. Sesungguhnya Allah Maha Melihat.

Keberhasilan anak diluar, tidak jauh dari peran orangtua dalam keluarga. Apa yang ditanamkan sejak kecil, insya Allah melekat pada anak meskipun mereka dalam lingkungan yang absurd. Ditambah lagi doa dari orangtua yang dapat menyelamatkan anak-anak kita dari berbagai kondisi buruk, sekarang dan kedepannya.

Source pict : muhammadsubhan.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s