Kiat membuat travelling bersama bayi dan balita menjadi menyenangkan

Membawa bayi dan balita travelling mempunyai tantangan sendiri, karena saat travelling banyak hal baru yang tidak terduga yang akan terjadi.

Beberapa hari yang lalu merupakan saat yang cukup membuat saya rada tidak pede ketika harus berangkat travelling bersama kedua anak saya yang masih kecil-kecil. Ini kali pertama saya membawa mereka bersamaan berjalan jauh, keluar dari Pulau Jawa. 

Perjalanan ini merupakan perjalanan saya yang paling jauh dari km-nya, tapi sebetulnya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke tujuan. Hanya saja, meskipun hanya perlu waktu efektif 2 jam dalam pesawat ditambah total 1,5 jam ke dan dari rumah-bandara-tujuan, saya harus mempersiapkan segala hal untuk sesuatu yang tidak terduga, agar perjalanan tetap nyaman dan santai.

Perjalanan panjang dengan membawa bayi dan balita memang kerapkali menyulitkan bagi para orangtua. 

Perlu diakui, agak sedikit repot membawa mereka ke suatu tempat yang sebelumnya belum pernah mereka singgahi, tentu saja akan berpengaruh pada apa yang harus dipersiapkan oleh orangtua ketika membawa mereka pergi. Banyak printilan yang mesti diperhatikan, bukan hanya bahan makanan pengisi perut di jalan ataupun pakaian yang nantinya akan dipergunakan saat travelling, masih banyak yang lain yang mungkin luput dari perhatian orangtua.

Apa saja kah itu? Mari kita kupas secara detil.

Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum membawa anak bayi dan balita bepergian jauh :

Makanan dan minuman pengisi perut 

Makanan dan minuman satu hal yang paling jadi pusat perhatian sebelum pergi ke suatu tempat. Ada rasa khawatir bagaimana jika nanti haus atau lapar dan dihadapkan pada keadaan yang kurang mendukung untuk membeli makanan dan minuman, bisa saja tetiba macet atau pesawat delay atau tidak ada yang menjual makanan dan minuman pada saat kita bepergian. 

Ketika membawa anak, hal ini menjadi lebih diprioritaskan karena anak tidak boleh haus dan lapar. Jika itu terjadi, maka anak pasti akan sangat rewel di jalan, sangat mengganggu orangtua dan orang disekitarnya ketika mendengarkan cuitan, desakan dan rengekan mereka. Untuk itu orangtua harus siap dengan makanan pengganjal lapar dan minuman pelega tenggorokan, siapkan makanan yang padat untuk kenyang sementara, bagus jika orangtua bisa mempersiapkan makan besar, nasi lengkap dengan lauk pauk dan sayuran. Jika tidak dapat mempersiapkannya, maka orangtua dapat menggantinya dengan pisang buah yang mengenyangkan, atau roti atau biskuit kesukaan anak. Untuk minumannya? Yang pasti air mineral wajib ada. Karena dahaga tidak dapat tersembuhkan dengan minuman lain selain air mineral. Jika ingin tambahan, bawalah susu kotak atau susu apapun yang biasa dikonsumsi oleh anak.

Untuk bayi, susu wajib ada bagi mereka, karena susu adalah solusi semua masalah mereka. Ngantuk, haus, lapar, tidak nyaman, dll solusinya hanya satu, yaitu minum susu 🙂 

Untuk bayi yang mengkonsumsi susu formula, orangtua harus mempersiapkan susu yang lengkap dengan air panasnya dan dot yang steril. Sedangkan untuk bayi ASI, pastikan cadangan ASI dalam kondisi aman, ibu harus banyak minum, ibu dalam posisi kenyang dan konsumsi padat nutrisi. 

Balita usia sebelum setahun, yang masih makan bubur, harus lebih kompeks lagi persiapannya, belum bisa makan nasi kan? Syukur jika orangtua dapat membuatkan bubur komplit kesukaan anak, tapi jika tidak sempat, setidaknya siapkan bubur instan yang dapat diseduh. Ketika balita biasa makan terjadwal, ketika sudah masuk jadwalnya tapi makanan belum ada, maka tidak ada toleransi bagi balita jika kebutuhan mereka belum terpenuhi, tahu sendiri kan, apa yang akan terjadi? Orangtua akan repot dibuatnya.

Pakaian anak

Ada baiknya, orangtua membawa jumlah pakaian yang  sewajarnya, tidak terlalu banyak, tapi tidak terlalu sedikit juga. 

Yang jelas, sebelum berangkat, persiapkan pakaian secara berpasangan. Bawa pakaian juga sesuaikan dengan jumlah hari dan cuaca yang akan kita hadapi di daerah tujuan, pertimbangkan juga pakaian yang dibawa dengan jasa laundry nantinya. Jika terdapat jasa laundry maka orangtua dapat mengurangi jumlah baju yang akan dibawa. Yang paling penting dari pakaian ini adalah pisahkan baju ganti anak 1 pasang dan jaket anak, seandainya anak berkeringat berlebih atau menumpahkan makanan atau minuman di pakaian mereka, maka orangtua tidak perlu repot membongkar isi koper, cukup ambil pada tas jinjing saja. Jaket anak juga sangat penting adanya, karena kita tidak tahu cuaca seperti apa yang akan dihadapi, jika dingin, maka pakaian ini sangat dibutuhkan secepat mungkin. Sebaiknya anak juga disiapkan  topi dan sepasang kaos kaki untuk penahan angin yang akan menerpa kaki anak, jangan lupa alas kaki untuk para balita yang sudah dapat berjalan.

Alat mandi anak

Mandi itu wajib dilakukan oleh setiap orang, apalagi bayi dan balita. Mereka cenderung merasa tidak nyaman ketika badan berkeringat, gerah dan bau. Kadang mereka rewel tanpa terlihat penyebab yang jelas, tapi ternyata mereka rewel karena ketidaknyamanan dengan badan sendiri. Dengan mandi, terapi air akan membuat badan rileks dan segar, sehingga badan menjadi nyaman dan pikiran dingin serta tenang. Oleh karenanya, jangan lupa bagi para orangtua untuk membawa peralatan sebelum mandi seperti shampo, sabun, sikat gigi dan odol anak, serta peralatan setelah mandi yaitu cukup minyak telon,  tidak perlu yang besar, cukup 1 paket alat mandi khusus travelling. 

Obat anak

Ini penting pake banget. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok, berpikir positif bahwa anak akan selalu sehat itu baik, tapi orangtua tetap harus waspada karena sakit datang tanpa diundang. 

Persiapkan penangkal sakit anak, biasanya kebanyakan anak sakit karena demam, benjol/luka, dan batuk flu, sebaiknya orangtua mempersiapkan parasetamol, thrombhopob untuk benjol, betadine atau sejenisnya jika luka, sementara untuk flu dan batuk orangtua lebih baik menangkalnya dengan makanan yang bergizi dan hangat untuk tubuh, seperti sop atau soto, hindari minum yang dingin-dingin, minumlah air putih hangat dan banyak konsumsi sayur dan buah. Flu batuk biasanya penyebabnya karena virus, cukup tingkatkan daya tahan tubuh anak, maka virus akan pergi jauh, tidak perlu obat-obatan khusus. 

Bagi anak yang memiliki penyakit tertentu seperti asma dll, maka persiapkan obat yang dibutuhkan karena sakit bisa jadi datang tiba-tiba.

Alat pengukur suhu

Thermometer juga sebaiknya dibawa agar orangtua mengetahui tepatnya suhu tubuh anak ketika mulai demam, sehingga orangtua dapat memastikan kapan anak dapat diberikan parasetamol. Anak bayi dan balita dapat dikatakan demam dan membutuhkan parasetamol jika suhu tubuh mereka lebih dari 37,5°c. Ketika mereka sudah mulai merasa tidak enak badan, untuk bayi, berikan susu sebanyak yang bisa diterima bayi, banyak minum dan pipis akan membuat badan mereka lebih baik. 

Jika balita yang sudah makan, berikan susu dan air putih hangat sebanyak yang bisa mereka terima dan berikan makanan yang mengandung zat nutrisi lengkap seperti karbohidrat, protein, vitamin, lemak, air. Sebaiknya berikan makanan yang tidak terlalu keras, yang lembut dan mudah dicerna tubuh.

Surat doker bila perlu 

Surat dokter biasanya dibutuhkan jika orangtua akan membawa bayi usia 7 hari yang terlahir prematur. Maskapai apapun biasanya akan mengizinkan penumpang untuk terbang minimal berusia 7 hari, kurang dari itu, maka maskapai tidak bersedia melayaninya. 

Sebaiknya orangtua yang akan berangkat bersama bayi 7 hari menanyakan langsung kepada dokter, apakah bayi dapat aman dibawa terbang untuk melakukan perjalanan. Minta surat dokter yang menyatakan izin dari dokter, sehingga jikalau maskapai membutuhkan keterangan izin terbang, maka orangtua sudah siap menunjukkannya. 

Diapers

Siapkan minimal 4 buah diapers didalam tas jinjing jika travelling dilakukan dengan total perjalanan sekitar 5 jam. Jika lebih, maka siapkan diapers lebih banyak. 

Biasanya anak yang kuat minum akan pipis lebih sering, maka setidaknya 2 jam sekali dicek, apakah diapers sudah penuh atau belum. Jika penuh maka segera ganti agar anak selalu nyaman dan terhindar dari iritasi kulit. 

Apalagi jika bayi buang air besar, maka ibu harus secepat mungkin mengganti diapersnya, dimanapun posisi ibu, baik itu diruang tunggu di atas pesawat atau di kendaraan apapun.

Tissue basah dan Plastik/kresek

Tissue basah adalah salah satu barang yang tidak boleh ketinggalan. Banyak kegiatan yang membutuhkan tissue basah, membersihkan tangan, wajah, kaki anak yang kotor, membersihkan (maaf) pantat setelah BAK dan BAB, membersihkan mainan atau barang yang jatuh sebelum diberikan pada anak, dll

Orangtua juga harus mempersiapkan beberapa plastik/kresek cadangan yang digunakan untuk menyimpan BAB anak sebelum dibuang ke tempat sampah. Seringkali plastik/kresek juga dibutuhkan jika ada plastik atau tas kita sebelumnya sobek dan menumpahkan barang-barang didalamnya.

Beberapa hal inilah yang mesti dipersiapkan agar perjalanan bersama anak menjadi menyenangkan. Semoga bermanfaat dan have a nice travelling 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s