Jangan panik jika anak demam!

April-Mei 2017

Cuaca tidak menentu, siang panas dan gerah, sore mulai hujan lebat dan begitu setiap harinya. Cuaca ekstrim juga terjadi dimana-mana, bukan hanya di Pulau Jawa, di Sumatera dan pulau-pulau lain juga sama. Di bandung malah terjadi hujan es dengan angin sangat kencang yang cukup menggemparkan, ada korban jiwa dalam kondisi seperti ini. Semoga ini bukan pertanda Allah sedang marah pada kita, tapi kalau dipikir-pikir, pantas sih marah.. bagaimana tidak? Kita terlalu banyak mengabaikan Allah, jangan kan sunnah, wajib pun banyak yang acuh tak acuh. Naudzubillah..

Kembali pada cuaca..

Kondisi pancaroba seperti ini membuat kita harus memperkuat daya tahan tubuh, jika tidak, maka tumbanglah untuk sementara alias sakit. Itulah yang terjadi pada anak-anak saya. Tidak ada sesuatu yang terjadi sebelumnya, tiba-tiba saja siang hari badannya mulai hangat, lalu tengah malam panas tinggi sampai 40 derajat. Disitu saya mulai khawatir, meskipun saya dan suami tidak pernah mengalami step saat masih kecil, tapi kami tetap berjaga-jaga sambil terus berdoa semoga anak-anak kami tidak mengalami step juga dalam hidup mereka. Amiiiin..

Pada awalnya, anak tetangga sakit selama 3 hari panas tinggi, setelah itu, pada hari minggu jam 2 siang, tiba-tiba saja, anak kami Syamil rewel yang menandakan sedang tidak enak badan, badan agak hangat dan inginnya digendong. Pada malam harinya panas terus naik sampai mencapai angka 39-40 derajat celcius, saya dan suami terus menjaganya, tidur hanya beberapa kejap saja. Alhasil paginya saya dan suami kliyengan, tapi itu semua tidak jadi masalah, asalkan kesehatan Syamil lebih baik. Saat itu, Syamil juga mengalami pilek dan hidung tersumbat. Paginya Syamil masih panas dan saya memutuskan membawanya ke doker, ini kali pertama Syamil sakit dan demam tinggi, jadi saya memutuskan untuk langsung ke Rumah Sakit agar dapat diperiksa penyebab demam yang dialaminya. Dokter meminta saya memasukkan obat demam dari dalam dubur, tapi saya menolaknya karena sudah terpatri dalam pikiran saya, obat penurun panas yang dimasukkan dalam dubur tidak dapat sering digunakan dan punya sifat berulang. Dengan artian, jika anak panas lagi, karena sudah pernah memasukkan obat tersebut, maka tidak sungkan memasukkannya kembali, begitu seterusnya. Jadi, dengan adanya obat yang dimasukkan kedalam dubur, obat minum terasa tidak mempan lagi untuk mereka.

Esoknya kakaknya yang demam tinggi, dan tidak nanggung-nanggung, demamnya sampai 4 hari full, suhu tubuh dalam rentang 38-40 derajat celcius, minum obat penurun panas terus selang 5 jam. Khawatir yang lebih menggila lagi pada Alya, lemas dan banyak tidur, merengek sesekali, lalu melihat dengan sayu. Alya juga susah sekali disuruh minum obat, saya pilih obat yang cukup manis untuk dia, tetap saja dilepeh. Jika dipaksa, nangis-nangis dan membuat dia stress, ditandai dengan menggigau pada malam hari. Saya berusaha mencari obat penurun panas dengan rasa jeruk, lalu mencampurkannya dengan air perasan jeruk baby. Dengan begitu saya tidak perlu memaksanya minum obat. Saya membawanya ke dokter di hari ketiga panas badan, kenapa hari ketiga? Karena kualitas darah atau penyakit sebenarnya yang menginfeksi tubuh dapat dilihat di hari ketiga dengan periksa darah tentunya. Sayangnya, Alya tidak suka periksa darah, jangankan harus berhadapan dengan jarum suntik, ketemu dokter aja sudah mencak-mencak. Saya yakinkan diri agar Alya jangan sampai periksa darah, saya berkompromi dengan dokter, akhirnya dokter memutuskan, jika hari keempat Alya masih sakit, maka minumlah antibiotik. Jika panasnya turun tapi lemas, banyak tidur dan tidak kuat jalan, maka bawa kembali ke dokter untuk cek darah. Alhamdulillah, Alya masih panas di hari keempat dan saya berikan antibiotik sampai 3 hari kedepannya, dengan paksaan tentunya. Maaf ya nak, bunda terpaksa memaksamu minum obat, karena antibiotik ini penting buat tubuhmu dan harus habis. Lebih baik minum antibiotik kan, daripada cek darah? Jika memang kondisi sudah memerlukan cek darah, maka lebih baik cek darah daripada terlambat. Ikuti saran dokter, jika tidak bisa kompromi, berarti memang harus cek darah, karena pasti dokter bisa membaca gejala yang dialami anak.

Nah, ketika mendapati kondisi demam seperti itu, yang dapat saya lakukan adalah

1. Saya berikan obat penurun panas paracetamol per 4-5 jam sekali, ketika suhu tubuh anak berada pada min. 38 derajat celcius.

2. Ketika suhu anak tidak menunjukkan penurunan yang signifikan, saya oleskan irisan bawang merah yang dicampur dengan minyak zaitun. Saya lumuri seluruh tubuh anak.

3. Saya juga mengompres kepala anak dengan air hangat, sesekali membuka pakaiannya dan mengompres seluruh tubuhnya.

4. Saya memakaikan baju yang cukup tipis, adem dan nyaman. Kalau tidak kedinginan saya pakaikan pakaian yang serba pendek, tapi jika cuaca cukup dingin, maka saya berikan celana panjang dan baju lengan pendek.

5. Suhu ruangan diatur, tidak panas dan tidak dingin juga.

6. Banyak minum sari buah asli, misalnya jeruk baby peras.

7. Beri banyak minum, baik itu ASI, susu maupun air putih.

8. Berikan makanan yang sehat dan bersih, jangan berikan makanan yang keras. Sangat baik jika ibu memasak sendiri, kalau bisa masak  makanan berkuah ya bu, seperti sop atau soto agar hangat sampai ketubuh.

9. Jangan lupa berdoa, karena Allah yang memberi sakit dan Allah juga yang punya penawarnya.

10. Ada baiknya bernadzar agar anak-anak selalu sehat dan tidak kurang satu apapun.

Jangan panik ya ma!

Demam sebetulnya bukan penyakit, demam merupakan reaksi tubuh yang menandakan bahwa ada sesuatu yang salah dalam tubuh anak. Bisa jadi anak terpapar virus atau bakteri. Yang perlu dijaga adalah perhatikan anak, jangan sampai anak step (doa terus sama Allah), jaga cairan anak, jaga kualitas makan dan istirahat anak.

Demikian bu, pengalaman saya kemarin, semoga bermanfaat 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s