Review buku (2)

  • Judul : HEIDI
  • Penulis : Johanna Spyri
  • Penerbit : Lady Bird
  • Cetakan : –
  • Tebal : 51 halaman
  • ISBN : –

Buku ini menceritakan tentang gadis kecil yang tinggal di pegunungan Alpen, Switzerland. Gadis kecil ini bernama Heidi. Heidi sangat senang tinggal di sini, setiap pagi dia dapat mengembalakan domba bersama temannya yang bernama Peter, menghirup udara segar dan tidur menikmati alam di atas rerumputan.

Sejak kecil, dia diasuh oleh bibinya yang bernama Dete, ketika Heidi sudah mulai anak-anak, Heidi diasuh oleh kakeknya karena bibinya harus bekerja di Kota Frankfurt.

Sampai pada suatu saat, Heidi harus dibawa ke Frankfurt juga untuk menemani gadis seusianya yang cacat, tidak dapat berjalan. Gadis itu bernama Clara.

Clara adalah anak otang kaya di kota tsb, tapi malang, hidupnya tidak terlalu membahagiakan. Ibunya sudah meninggal dan ayahnya sibuk keluar kota untuk bekerja. Oleh karena itu, Clara dirawat oleh para pelayan dan tangan kanannya, Sebastian. Clara punya guru yang tegas benama Ibu Rottenmeier, semua kelakuan dan tutur kata Clara sangat diperhatikan oleh ibu guru ini, sehingga Clara tidak bebas dan agak sedikit tertekan.

Ketika Heidi datang ke kehidupan Clara, Clara sangat bahagia, memiliki teman yang sangat menyenangkan, tertawa lepas bersama Heidi dan melakukan hal lainnya yang menyenangkan. Tapi sayang, Heidi tidak sebahagia Clara, Heidi selalu merasa ingin pulang, Heidi sangat merindukan kebebasan yang dapat ia peroleh di rumah kakeknya, pegunungan Alpen. Rindu suasana di pegunungan tersebut dan sudah pasti ingin segera bersama kakeknya lagi. Tapi apa boleh buat, Heidi harus tetap berada di rumah Clara sampai batas waktu yang belum dapat dipastikan.

Buku ini sangat bagus, tergambar jelas apa yang dirasakan oleh anak yang bernama Heidi. Seolah pembaca berada di tengah suasana di buku tsb. Buku ini juga memberikan pelajaran moral yang luar biasa, tentang persahabatan, rela berkorban, saling membantu dan kelembutan. Pembaca juga terlarut dalam emosi yang dibawakan oleh Heidi, bagaimana perasaannya ketika tidak dapat pulang ke kampung halamannya, rasa jenuh dan stress yang luar biasa karena home sick. Dan pada akhirnya ditutup dengan kebahagiaan ketika kembali ke kampung dan Clara dapat berjalan kembali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s